TAPSEL -BIDIKSUMATERA.ONLINE
Bencana besar pada penghujung tahun 2025 yang melanda Sumatera, di Provinsi Sumbar, Sumut dan Aceh. Bencana banjir bandang dan tanah longsor itu menggerakkan seluruh elemen, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dari masyarakat , baik perorangan, kelompok relawan yang seluruhnya aktif mengirimkan bantuan ke wilayah yang terdampak bencana yang boleh dikatakan cukup besar untuk skala nasional.
Adalah Hiswana Migas DPC Tangerang melaksanakan pengiriman bantuan kemanusiaan kedaerah yang tertimpa bencana di dua provinsi, Sumut dan Aceh.
Hiswana Migas DPC Tangerang berkolaborasi dengan Tangan Peduli Smanju '84, yakni elemen yang dibentuk untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan bakti sosial untuk semua umat yang kurang beruntung, kebetulan anggotanya sebagian besar alumni SMA Negeri VII Medan tahun 1984.
Hiswana Migas DPC Tangerang mengutus salah satu staff terbaiknya ke Medan, Kautsar Fira, untuk berkolaborasi mengirim bantuan ke daerah bencana dengan Tangan Peduli Smanju '84. Kolaborasi ini tidak terlepas dari peran pembina Tangan Peduli Smanju '84 H. Ardi yang sebelumnya bertemu di Jakarta.
Dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ini, Kautsar Fira menyerahkan sepenuhnya untuk daerah yang akan dikirimkan bantuan kemanusian itu kepada Tangan Peduli, karena sebetulnya memang sudah menggelar bantuan kedaerah bencana lima tahap, dari bencana banjir di Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara, serta lebih dari satu kali di Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh.
Pada kesempatan yang sama Kautsar Fira didampingi Nurul Badri Nasution dari Tangan Peduli, menjelaskan kepada awak media ini, bahwa Hiswana Migas DPC Tangerang sudah lama ingin melaksanakan bantuan kemanusiaan dalam bencana Sumatera ini, serta sudah mendapat arahan dari pimpinannya bahwa baru saat sekarang ini kegiatan kemanusian ini dilaksanakan.
"Pimpinan menugaskan saya untuk menggelar serta melaksanakan kegiatan kemanusian ini, untuk itu sebelum saya ke Medan, saya sudah bertemu dengan Pembina dan Penasihat Tangan Peduli Smanju '84, bapak H. Ardi di Jakarta, beliau menyambut baik kegiatan bantuan kemanusian ini, apalagi selama ini Tangan Peduli sudah lebih satu kali kegiatan bantuan kemanusiaan untuk daerah bencana di Sumut dan Aceh", jelas Fira di Posko Tangan Peduli jalan Pala no. 8 Medan.
"Jadi begitu saya tiba di Medan pada 11 Januari 2026, langsung ke Posko Tangan Peduli di jalan Pala ini, untuk berkoordinasi dengan para anggota relawan Tangan Peduli untuk bagaimana kegiatan bantuan kemanusiaan ini segera dilaksanakan bersama-sama secepatnya" imbuh Fira dihadapan para anggota Tangan Peduli yang hadir dalam rapat tersebut yang kebetulan Ketua Tangan Peduli Mulkan Ilzan sedang di Jakarta dan mendelegasikan kepada Kus Endro, Herianto, Nurul Badri, Trioni Oni, Resty Asiros, Ali Didu, Rizanur, Afrina, Mansur Ginting, Aswanto, Gaharu Deli, Syahrul Siregar, Elly Mart Tambunan, Nella, Azri, Ami Isma, Asyura, Nizam dan ada beberapa lagi nama relawan yang tidak dapat disebut satu persatu.
Dalam rapat singkat itu juga didapat daerah mana yang akan dituju pengiriman bantuan kemanusian dan dalam hal ini memang selama sebelum kegiatan pengiriman bantuan kemanusiaan, sudah di survey dan penjajakan lokasinya oleh Mulkan Ilzan, dan itu tidak pernah ada kendala.
Pada pengiriman bantuan kemanusian pertama diarahkan menuju daerah Tapanuli Selatan, tepatnya Desa Sibara-Bara Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan Sumut. Jadi pada tanggal 14 January 2026 pukul 9 pagi, Tim Relawan Tangan Peduli berangkat menuju Desa Sibara-Bara Angkola Sangkunur Tapsel.
Kembali ke Medan pada tanggal 16 January 2026, seluruh kegiatan pengiriman bantuan berjalan dengan baik tanpa ada kendala walau pulang pergi melewati kawasan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang masih rawan seperti Desa Garoga Tapsel dan kawasan di daerah Tapteng.
Pada bantuan pengiriman bantuan kemanusian selanjutnya digelar pada hari Minggu (18/1/2026) dan daerah yang dituju di Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di tiga desa, yakni Desa Suka Jadi Kecamatan Karang Baru, kemudian Desa Air Tenang Kecamatan Karang.
Berangkat dari Posko jalan Pala Medan menuju Aceh Tamiang pukul 08.30 wib, kembali di Medan pada pukul 23.00 wib, seluruh kegiatan pengiriman bantuan kemanusiaan ini berjalan dengan lancar dan baik tanpa ada kendala yang berarti.
"Saya, Fira mewakili Hiswana Migas DPC Tangerang mengucapkan trimakasih banyak terhadap semuanya, relawan Tangan Peduli, tanpa ada keraguan saya salut kepada semuanya yang ikut kegiatan kemanusiaan ini, semoga saja suatu saat nanti akan berlanjut kolaborasi Hiswana Migas DPC Tangerang dengan Tangan Peduli Smanju '84, Insya Allah besok (19/1) saya kembali ke Tangerang dan langsung melaporkan kegiatan yang saya rasa cukup sukses kepada pimpinan, dari kegiatan pengiriman bantuan kemanusian dari yang pertama dan yang kedua, seperti kita ketahui bantuan-bantuan tersebut terutama sembako dan lainnya itu jangan dilihat besar dan kecilnya namun keikhlasan dari kita-kita dalam pelaksanaannya, Insya Allah kami dari Hiswana Migas DPC Tangerang akan berkolaborasi dengan Tangan Peduli di Medan", demikian Fira mengakhiri sambutannya,
Awak media ini yang ikut terus dalam dua kali kegiatan bantuan kemanusian ini, mengakui kesoliditan seluruh relawan yang ikut maupun tidak ikut membantu kelancaran kegiatan bantuan kemanusia tersebut, kolaborasi yang tentunya akan menjadi pedoman untuk relawan-relawan yang lain serta generasi muda yang akan datang.
Kontributor :Red/Sudarwan

