MEDAN - BIDIKSUMATERA.ONLINE
Di tengah hiruk pikuk keberangkatan jemaah haji di Embarkasi kelas 1 Medan ada satu pemandangan yang kerap luput dari perhatian. Seorang pria dengan wajah tenang dan senyum ramah, perlahan mendorong kursi roda para jemaah lansia menuju ruang tunggu keberangkatan.
Pekerjaan itu mungkin terlihat sederhana. Tidak megah, tidak pula banyak mendapat sorotan walau pun memakai Pakaian Dinas Polri. Namun di balik roda-roda yang bergerak pelan itu, tersimpan kesabaran, ketelatenan, dan keikhlasan yang tidak semua orang mampu menjalaninya.
Adalah Kabid Keamanan Embarkasi Medan AKBP.H.Herwansyah , sosok anggota polri yang bertugas di Polda Sumatera Utara, musim haji tahun ini mendapat amanah dari polda sumut sebagai Kabid Keamanan di Asrama Haji medan dalam pemberangkatan dan pemulangan jammah haji sumut.
Bagi H.Herwansyah, mendorong kursi roda bukan sekadar tugas pelayanan. Lebih dari itu, ia memaknainya sebagai jalan mendulang pahala dan bentuk pengabdian kepada tamu-tamu Allah.
“Kuncinya cuma satu, ikhlas,Sabar dan tanpa pamrih,” ujarnya singkat.
Kalimat itu terdengar sederhana, namun terasa kuat ketika melihat bagaimana ia melayani para jemaah lansia dengan penuh kesabaran. Satu per satu dibantu naik kendaraan, diarahkan menuju ruang pemeriksaan, hingga memastikan mereka nyaman selama proses keberangkatan.
Padahal, jika melihat rekam jejaknya, tugas mendampingi kursi roda bukanlah bidang yang selama ini ia geluti.
Beliau menyampaikan sebelumnya juga pernah menjadi kabid keamnanan di asrama haji namun tahun beliau berangkat menunaikan haji dan alhamdulillah tahun ini Kapolda Sumut memberikan beliau tanggung jawab sebagai Kabid Keamanan di asrama haji medan
Tidak ada keluhan dari dirinya.walau lelahnya Tidak ada rasa gengsi walau di pundaknya sudah ada melati 2 Baginya, setiap tugas pelayanan adalah ibadah.
“Apapun tugas yang diamanahkan kepada saya, sepanjang itu untuk kebaikan, akan saya laksanakan secara profesional dan ikhlas,” walaupun mengatur anggotanya penuh dengan kesabaran dan senyuman dalam memberikan arahan kepada anggotanya
Di sela-sela kesibukannya mengatur anggotanya dalam pelayanan penerimaan jamaah dari daerah maupun kota medan, Herwansyah tetap menunjukkan ketelatenan dalam memberikan pelayanan kepada jamaah apa lagi dengan jammah lansia.
Ia sadar, para jemaah lansia membutuhkan lebih dari sekadar bantuan fisik. Mereka memerlukan rasa tenang, perhatian, dan keyakinan bahwa masih ada tangan-tangan tulus yang siap membantu mereka menuju Baitullah.
Menjelang keberangkatan kloter terakhir Embarkasi Medan, yakni Kloter 14, Herwansyah menyimpan doa sederhana namun mendalam. Ia berharap seluruh jemaah haji, khususnya para lansia yang pernah ia dampingi, dapat menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan lancar.
“Semoga semuanya sehat, dimudahkan ibadahnya, pulang ke tanah air dalam keadaan selamat, dan menjadi haji yang mabrur serta mabruroh,” harapnya.
Di tengah jutaan orang yang berlomba mencari keberkahan, mungkin Herwansyah memilih jalan yang sunyi. Tidak berdiri di podium, tidak pula berada di barisan paling depan untuk dipuji.
Namun dari balik kursi roda para lansia itu, ia sedang menanam amal yang barangkali jauh lebih berarti di hadapan Allah SWT.semoga lelah dan tanggung jawab yang selama ini, agar menjadi lillah ujarnya.
Kontributor :Red/SBR

