Sesditjen Pendis dan Direktur KSKK Kemenag RI Salurkan Bantuan Pasca Bencana Banjir di MAN 1 Langkat


LANGKAT -BIDIKSUMATERA.ONLINE

Kementerian Agama Republik Indonesia menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Kabupaten Langkat. Hal tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan melalui Sekretaris Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag, bersama Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si yang dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Langkat tanggal 7 Januari 2025.

Kegiatan penyerahan bantuan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa kebersamaan, suasana bertambah haru ketika pemutaran video kondisi banjir di kecamatan Tanjung Pura dan kondisi posko pengungsian MAN 1 Langkat. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Madrasah Negeri dan swasta yang terdampak banjir di Langkat yang secara simbolis menerima bantuan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan pemerintah terhadap lembaga pendidikan yang terdampak bencana alam banjir beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya di halaman MAN 1 Langkat, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menyampaikan bahwa kehadiran Kemenag bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan wujud solidaritas dan kepedulian negara terhadap dunia pendidikan Islam yang ikut merasakan dampak bencana. “Kami hadir membawa empati, membawa kepedulian, untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Meski madrasah ini secara fisik tidak terdampak, namun peran madrasah sangat besar sebagai pusat pengungsian dan layanan kemanusiaan,” ujar Sesditjen.

Ia mengapresiasi peran MAN 1 Langkat yang telah menjadi lokasi pengungsian bagi ratusan hingga ribuan warga. Madrasah terbukti tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga pusat ketahanan sosial masyarakat saat krisis. “Madrasah telah menjadi ruang aman, tempat berlindung, dan simbol kepedulian. Ini bukti nyata bahwa madrasah adalah bagian penting dari solusi,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, Sesditjen turut menyinggung pentingnya ekoteologi dan cinta lingkungan, sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama. Menurutnya, bencana alam menjadi pengingat mahal bahwa kelalaian terhadap lingkungan akan berdampak serius bagi kehidupan manusia.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Langkat, H.Ainul Aswad, MA mengungkapkan bahwa dampak banjir di wilayahnya sangat luas. Sedikitnya 13 kecamatan terdampak, dengan 70 madrasah ibtidaiyah, 101 MTs, 4 MA, serta puluhan pesantren dan kantor urusan agama (KUA) mengalami dampak langsung. “Pengungsi di MTsN Besitang mencapai hampir 600 jiwa, sementara di MAN 1 Langkat sekitar 1.000 jiwa. Madrasah menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat,” ungkap Kakan.

Kepala MAN 1 Langkat dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Kementerian Agama RI. Ia menegaskan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi madrasah, mengingat dampak banjir telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar. “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan dukungan dari Kementerian Agama RI. Bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya demi kelancaran dan peningkatan kualitas pendidikan di MAN 1 Langkat,” ungkap Kamad.

Dengan adanya kunjunagan ini, diharapkan seluruh Madrasah terdampak banjir Kabupaten Langkat dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas pendidikan secara optimal. Kementerian Agama RI pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan dukungan nyata bagi madrasah terdampak banjir di Sumatera.

Kontributor :Red/Darwan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama