Tanjungbalai - Bidiksumatera.Online
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan panic buying atau pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di tengah berbagai informasi yang beredar mengenai kondisi cadangan energi nasional.
Kekhawatiran masyarakat belakangan ini dipicu oleh sejumlah informasi, mulai dari konflik di kawasan Timur Tengah hingga pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyebut cadangan BBM nasional berada di kisaran 20 hari.
Menanggapi hal tersebut, Rafiqi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Kami harap masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik. Kami juga mengimbau agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan,” ujar Rafiqi.
Selain itu, pihaknya juga meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memastikan ketersediaan stok BBM serta menjaga kelancaran distribusi di wilayah masing-masing.
Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga diminta meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan pembelian BBM, seperti kendaraan yang melakukan pengisian secara berulang dalam waktu singkat.
Pengawasan tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan kamera pengawas atau CCTV yang tersedia di area SPBU.
“Jangan sampai situasi ini dimanfaatkan oleh oknum untuk menimbun BBM. CCTV harus dimanfaatkan untuk memantau kendaraan yang bolak-balik mengisi BBM dalam waktu singkat,” tegasnya.
Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, sehingga distribusi BBM dapat berjalan dengan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Kontributor :Red/Eka Sartika
