Antrean BBM Berlarut-larut di Teluk Dalam, Pemkab Nisel Desak Pertamina Segera Solusi

Nias Selatan -Bifiksumatera.Online

Keluhan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Teluk Dalam yang telah berlangsung sekitar tiga minggu terakhir kini ditindaklanjuti secara resmi dan tegas oleh Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Selatan, Amsarno S. Sarumaha, S.H., M.H., CGCAE, langsung menyuarakan permasalahan tersebut dan mendesak PT Pertamina segera menghadirkan solusi konkret.

Pernyataan sikap resmi Pemkab Nias Selatan ini disampaikan Pj. Sekda dalam Rapat Koordinasi Ketersediaan dan Distribusi LPG 3 Kg se-Kepulauan Nias yang digelar melalui Zoom Meeting dari ruang kerjanya, Jalan Arah Sorake Km. 5, Teluk Dalam, pada Kamis (6/8/2026).

Dalam forum tersebut, Pj. Sekda menyampaikan bahwa kondisi antrean kendaraan yang berlarut-larut di SPBU Teluk Dalam telah menyita waktu masyarakat secara berlebihan dan sangat mengganggu kelancaran aktivitas perekonomian harian warga. Kesulitan memperoleh pasokan bahan bakar minyak dalam waktu yang wajar dirasakan langsung oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelaku usaha, pekerja, hingga warga yang membutuhkan mobilitas harian.

Tegasan Pj. Sekda Amsarno S. Sarumaha:

"Kondisi antrean yang terus berlangsung ini sudah merugikan masyarakat. Kami mendesak PT Pertamina segera menghadirkan solusi nyata: mulai dari penambahan pasokan agar stok selalu tersedia, optimalisasi pelayanan di lokasi agar proses pengisian lebih cepat, hingga pengaturan jam operasional yang lebih efektif. Antrean harus segera terurai dan kebutuhan BBM masyarakat harus terpenuhi dengan lancar."

Pemkab Nias Selatan menegaskan bahwa ketersediaan dan kelancaran pasokan BBM merupakan kebutuhan dasar yang harus terjamin. Pemerintah daerah tidak akan membiarkan keluhan warga berlarut tanpa penyelesaian. Oleh karena itu, pihak penyedia layanan diminta segera mengambil langkah perbaikan menyeluruh, sehingga masyarakat tidak lagi harus mengantre dalam waktu lama untuk memperoleh bahan bakar.

Selain membahas persoalan BBM, dalam rapat yang sama Pemkab Nias Selatan juga memperjuangkan tambahan kuota LPG tabung 3 kg sebesar 2.500 MT, meluruskan kekeliruan data desa yang menghambat alokasi, serta mendesak penambahan jumlah agen dan pangkalan agar penyaluran dapat menjangkau seluruh pelosok secara merata.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Kabag SDA Setda Kabupaten Nias Selatan. Seluruh langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam merespons keluhan langsung masyarakat dan mendesak pihak terkait menjamin pemenuhan kebutuhan dasar warga secara layak.

Kontributor :Red/Hendry.K

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama