Asahan – Bidiksumatera.Online
Aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jerigen di SPBU 15.212.611 Simpang Tutun, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, diduga berlangsung bebas tanpa adanya hambatan maupun tindakan dari pihak terkait.
Masyarakat setempat menilai aktivitas tersebut telah berlangsung cukup lama dan terkesan dibiarkan begitu saja meskipun pengisian menggunakan jerigen dilakukan dalam jumlah banyak.
“Udah lama aktivitas membeli pakai jerigen itu di sini bang, kurang lebih sudah dua tahun lah. Belum ada hambatan, lancar-lancar aja. Mau beli satu sampai lima belas jerigen pun tetap diberikan SPBU ini bang,” ujar Agus, salah seorang pembeli BBM menggunakan jerigen.
Pernyataan tersebut memunculkan sorotan dari warga terkait lemahnya pengawasan terhadap distribusi BBM, khususnya BBM subsidi yang seharusnya disalurkan tepat sasaran sesuai ketentuan pemerintah.
Warga berharap aparat penegak hukum, pihak Pertamina, dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas di SPBU 15.212.611 Simpang Tutun guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam penyaluran BBM.
Selain berpotensi melanggar aturan, pengisian BBM menggunakan jerigen dalam jumlah besar juga dikhawatirkan membuka peluang terjadinya penimbunan maupun penyalahgunaan BBM subsidi untuk diperjual belikan kembali.
Masyarakat meminta pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi di wilayah Kabupaten Asahan diperketat agar tidak merugikan masyarakat kecil yang membutuhkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU 15.212.611 Simpang Tutun belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan bebasnya pengisian BBM menggunakan jerigen tersebut.
Kontributor :Red/Eka Sartika
