Atribut Piala AFF U-19 Sepi Di Jalanan Kota Medan.


Medan - Bidiksumatera.Online

 Timnas Garuda Muda Indonesia U-19, berhasil mengalahkan timnas Vietnam dengan skor 2-1, pada pertandingan kemarin, Minggu 7 Juni 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU). Kemenangan Garuda muda Indonesia,. sekaligus mengunci tiket semi-final sebagai juara grup dengan nilai sempurna (9 poin) tanpa pernah kalah maupun seri.

Keberhasilan timnas muda asuhan coach Nova Arianto, setidaknya menghadirkan harapan suporter Indonesia di seluruh penjuru Nusantara, bahwa kali ini piala AFF U-19 dapat tinggal di Indonesia, dan Sumatera Utara akan mencatatlan sejarah bagi prestasi sepakbola yang di gandrungi ratusan juta suporter tim nasional Indonesia.

Namun, faktanya harapan seluruh suporter itu, tidak berbanding lurus dengan dukungan yang diberikan Pemerintah Daerah,.di mana Piala AFF U-19 di gelar. Kedua Kota di Sumatera Utara yang merupakan homebase pertandingan akbar negara-negara Asean yakni Kota Medan dan Kab. Deli Serdang. 

Sangat di sayangkan Kota Medan sebagai pusat pemerintahan Propinsi Sumatera Utara, tidak memberi respon positif gelaran piala AFF ini, terbukti hampir di setiap penjuru Kota Medan, tidak tampak atribut berupa spanduk dan baliho. Padahal ajang internasional akbar perdana tingkat Asean pertama kali digelar, padahal banyak daerah yang meminta dan siap sebagai tuan rumah agar kejuaraan antar negara Asean di pertandingan pada daerah-daerah tersebut.

Namun, respon Pemerintah Kota Medan tidak bersambung dengan harapan publik sepakbola Medan, alasan ketiadaan anggaran yang di tampung dalam APBD sehingga tim official luar negeri harus berpindah hotel.

"Sangat miris dan naif alasan Pemko Medan terkait gelaran AFF U-19 ini, ini marwah Indonesia dan Sumatera Utara, pernyataan yang keluar dari mulut seorang Walikota yang beralaskan Pemko Medan tidak siap membiayai dikarenakan tidak ditampung pada APBN Kota Medan, seharusnya bukan ucapan itu keluar dari seorang pemimpin Kota besar, lha banyak solusi guna membiayai perhelatan akbar ini bukan hanya bergantung pada APBN,"ujar Amirsyam Koordinator Medan Media Cyber Club (MMCC), Selasa (9/6/2026).

Lebih parah lagi lanjut jurnalis media online ini, tidak ada satupun spanduk ataupun baliho menyambut turnamen Piala AFF U-19 ini, justru di sinilah momentum kebangkitan sepakbola Medan, sehingga gelaran turnamen ini menjadi titik balik bangkitnya atmosfer sepakbola Kota Medan. Dan ini berbanding terbalik ramainya spanduk dan baliho menyambut kegiatan Rakernas APEKSI yang menghiasi hingga jalan-jalan kecil tiap kelurahan dan lingkungan.

"Bertebarannya spanduk dan baliho Rakernas APEKSI dengan minimnya spanduk Piala AFF U-19, menandakan Pemko Medan tidak peduli dengan olahraga sepakbola dan tentu sebagai penikmat sepakbola justru dari olahraga inilah kekuatan elemen masyarakat bersatu untuk mendukung timnas Garuda Muda bertarung, inilah kualitas pemimpin Kota besar ketiga di Indonesia, miskin ide dan kreatifitas, kita lihat prestasi olahraga Kota Medan yang lainnya pun terus mengalami penurunan secara kualitas,"ucapnya miris.

Kontributor :Red/Darwan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama